Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 22 Mei 2014

0 komentar
Evaluasi Pendidikan
Tugas Kelompok IX PORTOFOLIO DAN PENILAIANNYA (Dalam Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan) DI SUSUN OLEH : 1) Iin Indriani 1211010048 2) Siti Rosmianti 1211010097 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Semester : IV Kelas: G DOSEN : Rijal Firdaos, M.pd.I INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN T.A. 2014/1435 H KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb Alhamdulillahirobbil’alamin,puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT. karena dengan rahmat dan inayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini, dalam mata kuliah Evaluasi Pendidikan dengan materi yang kami angkat adalah tentang “Portofolio dan Penilaiannya” Makalah ini kami susun dengan merefrensi buku-buku, dengan maksud dapat menambah wawasan untuk penulis maupun pembaca, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.Aamiin ya robbal ‘alamiin. Kami menyadari betapa banyak nya kekurangan dan kesalahan yang melekat pada penyusunan ini kami meminta maaf, untuk itu kami sangat menerima kritik dan saran saudara-saudara agar dapat membangun motivasi kepada kami ke jalan yang lebih baik. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “tak ada gading yang tak retak”. Akhir kata terimakasih kepada Dosen pembimbing yang telah memberikan kami kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Bandar Lampung, Maret,2014 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................................... i DAFTAR ISI......................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1 B. Rumusan Masalah................................................................................... 2 C. Tujuan...................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN PORTOFOLIO DAN PENILAIANNYA 3 A. Pengertian Portofolio dan Penilaian Portofolio....................................... 3 B. Bagian-bagian Portofolio........................................................................ 5 C. Bahan-bahan Portofolio.......................................................................... 6 D. Pengumpulan Portofolio.......................................................................... 8 E. Prinsip-prinsip Dokumentasi Portofolio.................................................. 9 F. Bentuk portofolio.................................................................................. 11 BAB III PENUTUP.......................................................................... 13 A. Kesimpulan............................................................................................ 13 B. Saran...................................................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Banyak bentuk penilaian yang dapat digunakan untuk memberikan penilaian kepada peserta didik, diantaranya adalah penilaian portofolio. Penilaian portofolio merupakan salah satu pendekatan dalam penilaian pembelajaran di sekolah, di samping alat penilaian yang selama ini digunakan, terutama tes. Penilaian portofolio tidak menggunakan data kuantitatif dalam bentuk angka-angka. Penilaian portofolio disebut juga penilaian alternatif (alternative asessment). Dengan penilaian portofolio dapat diamati perbedaan kemampuan setiap anak dalam melaksanakan tugas sekolah dari waktu ke waktu. Penilaian ini lebih kepada perubahan sikap dan tingkah laku peserta didik. Penilaian ini juga lebih mengacu kepada perkembangan dan kemajuan peserta didik. Penilaian portofolio ini masih terdengar asing oleh kebanyakan orang, oleh sebab itu kami disini akan membahas tentang penilaian portofolio secara terperinci untuk dijadikan sebagai acuan dalam penilaian sikap peserta didik dan menambah wawasan untuk kita mengenai salah satu bentuk penilaian yaitu portofolio seperti di bawah ini. B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian portofolio dan penilaian portofolio ? 2. Apasajakah bagiaan-dari portofolio ? 3. Bahan-bahan apasaja yang dapat dijadikan sebagai portofolio ? 4. Bagaimana cara pengumpulan portofolio ? 5. Apa sajakah prinsip-prinsip dokumentasi portofolio ? 6. Bagaimana bentuk-bentuk portofolio ? C. Tujuan 1. Dapat mengetahuai pengertian portofolio dan penilaian portofolio 2. Dapat mengetahui apa saja bagian-bagian dari portofolio 3. Dapat mengetahui bahan-bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan portofolio 4. Dapat mengetahui cara pengumpulan portofolio 5. Dapat mengetahui prinsip-prinsip dokumentasi portofolio 6. Dapat mengetahui bentuk-bentuk portofolio. BAB II PEMBAHASAN PORTOFOLIO DAN PENILAIANNYA A. Pengertian Portifolio dan penilaian portofolio Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Portofolio berasal dari bahasa Inggris yakni “Portfolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Pengertian portofolio disini adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Panduan-panduan ini beragam tergantung pada mata pelajaran atau tujuan penilaian portofolio.[1] Yang dimaksud dengan portofolio adalah semua benda yang berbentuk bukti fisik sebagai sesuatu yang menunjukkan hasil kinerja peserta didik. Portofolio dapat berbentuk kertas ulangan harian, kertas ulangan semesteran, buku pekerjaan rumah, buku pekerjaan sekolah, dan bentuk-bentuk lain yang dapat memuat coretan, atau grafis sebagai bukti kinerja siswa.[2] Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan murid dalam satu periode tertentu. Informasi perkembangan murid tersebut dapat berupa karya murid (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh muridnya, hasil tes (bukan nilai), piagam penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan murid sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan murid dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemampuan belajar murid melalui karya murid, antara lain karangan puisi, surat, komposisi dan music.[3] Pengertian portofolio menurut beberapa ahli, diantaranya adalah : Popham Portofolio adalah sekumpulan sistematik tentang pekerjaan seseorang. Dalam hal ini seseorang tersebut adalah peserta didik. Genesee dan Upshur Potofolio adalah sekumpulan pekerjaan peserta didik yang menunjukkan kepada mereka atas usaha, kemajuan dan pencapaian mereka dalam mata pelajran tertentu. Woolfolk Portofolio adalah a collection of the student’s work in area, showing growth, self reflection, and achievement. Oermrod Portofolios is a systematic collection of student’s work over a lengthy period. Penilaian portofolio merupakan kumpulan sistematik karya siswa untuk menunjukkan kemajuan belajar siswa dari waktu ke waktu. Karya yang dimasukkan ke dalam portofolio meliputi contoh-contoh tulisan, bacaan, gambar-gambar, rekaman audio atau video sebagai karya siswa,baik yang dipilih sendiri oleh siswa maupun oleh siswa bersama guru. Portofolio dimaksudkan untuk merepresentasikan kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Salah satu ciri penting portofolio adalah keterlibatan siswa dalam memilih contoh karya yang dihasilkan untuk menunjukkan perkembangan belajar dari waktu ke waktu.[4] Bagian-Bagian Portofolio Portofolio pada umumnya terdiri dari beberapa bagian seperti berikut : Daftar isi dokumen Pada halaman depan bendel portofolio tertulis nama peseta didik yang bersangkutan, daftar evidence (objek penilaian). Isi dokumen Isi portofolio terkadang dinamakan sebagai evidence atau dokumen yang dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi pekerjaan peserta didik (foto, video, audio, penilaian tertulis, penugasan, hasil karya praktek, catatan, disket, atau fotocopy) selama waktu tertentu yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif, yang menunjukkan apa yang dapat dilakukan seseorang dalam lingkungan dan suasana kerja yang alamiah, bukan dalam lingkungan dan suasana kerja yang dibuat-buat. Hasil kerja peserta didik menjadi ukuran seberapa baik tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Sumber data dari portofolio dapat berupa orang tua, tenaga pendidik atau masyarakat yang mengetahui program pendidikan. Bendel dokumen Kumpulan semua dokumen peserta didik baik evidence, worksheet, maupun lembaran-lembaran informasi dan lembaran kerja yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran dimasukkan kedalam bendel dokumen portofolio. Dokumen-dokumen tersebut ditempatkan dalam satu map atau folder. Batasan dokumen Dokumen-dokumen portofolio perlu dikelompokkan sehingga mudah untuk mendapatkannya bila diperlukan. Agar kelompok dokumen mudah diorganisir maka perlu diberi pembatas misalnya dengan kertas berwarna. Batasan tersebut sangat berguna untuk memisahkan antara dokumen kelompok satu dengan yang lain. Catatan guru dan orang tua Pada setiap dokumen yang relevan harus terdapat catatan, komentar atau nilai dari guru dan tanggapan orang tua. Akan lebih lagi jika terdapat catatan atau tanggapan peserta didik yang bersangkutan. Catatan guru dan orang tua dapat langsung dituliskan pada dokumen yang sudah ada, atau ditulis secara terpisah pada kertas kecil yang ditempelkan atau disatukan pada dokumen.[5] Bahan-bahan Portofolio Tidak semua bahan (evidence) dimasukkan sebagai bahan portofolio. Biasanya, portofolio hanya memuat evidence yang dianggap dapat mewakili dan menggambarkan suatu perkembangan serta perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu sebelum ditentukan evidence yang dianggap dapat dimasukkan ke dalam portofolio, perlu dilakukan pengamatan terlebih dahulu. Sebaiknya, pengamatan dan penentuan evidence dilakukan oleh guru dan peserta didik secara bersama-sama. Peserta didik diminta berbagai pertimbangan serta alasan evidence yang harus dimasukkan. Terdapat beberapa pertimbangan yang haarus diperhatikan dalam melilih dan menentukan bahan portofolio, diantaranya adalah : 1. Evidence yang dapat mewakili gambaran kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. 2. Evidence dipilih karena dapat menggambarkan perkembangan perubahan dan kemampuan peserta didik dari awal sampai akhir. 3. Evidence dipilih karena keterkesanan peserta didik akan karya yang yang dihasilkannya. 4. Evidence dipilih karena pertimbangan kesesuaiannya dengan kompetensi yang harus dicapai sesuai kurikulum. 5. Evidence dipilih karena dilihat dari segi kepraktisannya dan artistic portofolio.[6] Yang dapat dijadikan bahan portofolio di sekolah antara lain : a. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik yang disajikan secara tertulis b. Gambar atau laporan hasil pengamatan c. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah d. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep e. Penyelesaian soal-soal terbuka f. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas g. Laporan kerja kelompok h. Hasil kerja peserta didik yang diproleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan computer i. Fotokopi surat piagam atau penghargaan j. Hasil karya dalam mata pelajaran peserta didik yang tidak ditugaskan oleh guru k. Cerita tentang senang atau tidaknya peserta didik terhadap mata pelajaran yang bersangkutan l. Cerita tentang usaha peserta didik sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri m. Laporan tentang sikap peserta didik terhadap pelajaran.[7] n. Penghargaan lisan o. Catatan dari pihak lain yang relevan, antara lain dari teman atau orang tua p. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran q. Hasil ulangan harian atau semester r. Catatan pribadi s. Catatan tentang peringatan yang diberikan guru manakala peserta didik melakukan kesalahan t. Disket[8] Pengumpulan Portofolio Setelah ditentukan dan dipastikan bahwa setiap peserta didik telah membuat dan memilih berkas portofolio, selanjutnya perlu ditentukan cara mengumpulkan dan menyusunnya dalam berkas portofolio yang telah disediakan, kemudian menentukan dimana dan bagaimana menyimpannya. Berkas untuk portofolio dapat berbentuk folder atau bentuk lainnya yang dapat disimpan di lemari atau rak. Waktu pengumpulan bahan perlu juga ditentukan dengan jelas, kapan mulai, dan kapan berakhirnya. Sepanjang waktu tersebut, peserta didik diminta untuk mengumpulkan bahan yang dapat diperolehnya secara terus-menerus. Hal ini penting supaya setiap perkembangan yang dicapai peserta didik dari waktu ke waktu dapat teramati dengan baik.[9] Prinsip-prinsip Dokumentasi Porofolio Dalam mengoleksi evidence sebagai hasil belajar peserta didik yang akan dimasukkan kedalam bendel portofolio peserta didik perlu diperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut : Akurasi Data Evidence yang dimasukkan ke dalam bendel portofolio peserta didik harus merupakan evidence peserta didik yang bersangkutan pada waktu yang bersesuaian. Maksudnya, bahwa potrofolio setiap peserta didik adalah kumpulan dokumen peserta didik pada satu pelajaran yang sedang berlangsung. Ketepatan Waktu Evidence yang antara lain berupa lembar kerja, hasil kerja, karya tulis peserta didik dimasukkan ke dalam bendel portofolio segera setelah mendapatkan catatan, penilaian, atau komentar dari guru. Kelengkapan Informasi Portofolio merupakan dokumen evidence peserta didik yang lengkap mulai dari apa yang dipelajari apa yang pernah dikerjakan, berikut lembar kerja dan hasil-hasil pekerjaannya. Dengan demikian, dalam portofolio semua kegiatan peserta didik yang berkaiatan dengan proses belajar dan perkembangan hasil belajarnya dapat dilihat secara lengkap. Keterbacaan Dokumen Setiap dokumen portofolio harus dalam keadaan yang jelas terbaca. Sehingga setiap saat diperlukan dapat segera diperoleh informasi. Selain itu harus dipilih yang tahan lama dan tidak mudah rusak. Kepraktisan Dokumen Dokumen harus dipilih yang ukurannya praktis dan bisa dimasukkan ke dalam bendel. Perencanaan Portofolio harus mencakup dokumen seluruh waktu yang dilewati, sehingga diperlukan suatu perencanaan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dokumen. Perencanaan portofolio dikaitkan dengan program tahunan, program semester, ataupun program caturwulan. Penataan Dokumen Dokumen portofolio untuk setiap peserta didik bisa berjumlah cukup banyak, sehingga perlu ada penataan agar dokumen tersebut tertata rapi dan tidak rusak. Penataan dokumen dilakukan dengan pemisahan berdasarkan jenis dokumennya, misalnya berdasarkan mata pelajaran, atau cara pengerjaannya. Pengadministrasian Dokumen Setiap hasil pekerjaan peserta didik yang bersifat penilaian baik yang memiliki dokumen fisik, ataupun tidak, harus dicatat dalam buku catatan harian peserta didik atau daftar nilai peserta didik. Dengan demikian tidaklah cukup hanya mengumpulkan dokumen-dokumen pembelajaran ke dalam portofolio, tetapi harus juga mencatatnya sebelum dimasukkan ke dalam bendel portofolio.[10] Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diproleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik. Perinsip penilaian berkala dan berkelanjutan. Dalam menilai hasil misalnya, secara berkala setiap selesai satu kompetensi dasar diadakan ulangan harian atau formatif. Kemudian hasil ulangan harian peserta didik dalam beberapa kali atau satu semester bisa dijadikan sebagai portofolio dan dianalisis bagaimana perkembangan ulangan hariannya. Sedangkan perinsip penilaian berkelanjutan terlihat dari adanya kontinuitas penilaian, baik penilaian hasil atau maupun proses tidak ada yang boleh terputus. Dengan prinsip penilaian portofolio yang berkala dan berkelanjutan maka informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan hasil belajar peserta didik dapat terpantau. Prinsip penilaian yang adil Dalam melakukan penilaian portofolio harus memegang prinsip keadilan. Artinya penilaian portofolio itu tidak boleh diskriminatif terhadap peserta didik. Setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam mendokumentasikan dan memaparkan kumpulan portofolionya.[11] Bentuk portofolio Pada hakikatnya, penilaian (Assessment) portofolio dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu, tinjauan proses (process oriented) dan tinjauan hasil (product oriented). Portofolio tinjauan proses (process oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan cara perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. Pendekatan ini lebih menekankan pada cara peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai dari draf awal, proses awal terjadi, dan waktu sepanjang peserta didik dinilai. Hal yang dinilai mencakup kemampuan awal, proses, dan akhir suatu pekerjaan yang dilakukan oleh peserta didik. Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah jenis portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik tanpa memperhatikan proses untuk mencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Contoh dari portofolio hasil ini ada dua yaitu portofolio tampilan (show prtofolios) dan portofolio dokumentasi (documentary portofolios).[12] Portofolio tampilan (show prtofolios) digunakan untuk memajangkan karya terbaik peserta didik kepada orang tua dan tatausaha sekolah. Beberapa sekolah secara khusu mengadakan acara “Pameran Portofolio” yang berisis karya-karya terbaik peserta didik. Keterbatasan portofolio ini adalah hanya memeprlihatkan karya terbaik peserta didik, serta mengabaikan karya lainnya. Portofolio jenis ini cenderung mengoleksi produk akhir peserta didik. Hal itu berarti tidak memberikan gambaran yang utuh dari waktu ke waktu.[13] Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi. Portofolio ini tidak hanya berisi hasil akhir karya peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap karyanya tersebut.[14] Tidak seperti portofolio kerja, dimana koleksi dilakukan dari hari ke hari, dalam portofolio dokumentasi hanya evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi dan yang akan diajukan dalam penilaian.[15] BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa, portofolio adalah kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai, yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Portofolio merupakan kumpulan (koleksi) pekerjaan siswa terbaik atau karya siswa yang paling berarti sebagai hasil kegiatan belajarnya pada suatu bidang (mata pelajaran) tertentu. Koleksi pekerjaan siswa tersebut didokumentasikan secara baik dan teratur sehingga dapat mewakili suatu sejarah belajar dan demonstrasi pencapaian sesuatu secara terorganisasi. Sedangkan penilaian portofolio adalah merupakan penilaian terhadap kumpulan hasil karya siswa yang sengaja digunakan sebagai bukti prestasi siswa, perkembangan siswa itu dalam kompetensi berfikir, pemahaman siswa itu terhadap materi pelajaran, kompetensi siswa itu dalam mengungkapkan gagasan dan mengungkapkan sikap siswa terhadap mata pelajaran tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa antara portofolio dengan penilaian portofolio sangat berbeda, secara umum, portofolio adalah proses pengumpulan karya-karya peserta didik (dokumentasi), sedangkan penilaian portofolio adalah penilaian terhadap dokumentasi yang telah dikumpulkan menurut waktu,jenis, dan criteria tertentu. Di dalam portofolio yang termasuk bagian portofolio adalah daftar isi dokumen, isi dokumen, bendel dokumen, batasan dokumen, dan catatan guru dan orang tua. Bahan-bahan portofolio adalah bahan yang dapat menghasilkan penilaian, baik itu secara betuk fisik ataupun tidak. Pengumpulan portofolio dapat berbentuk folder yang dapat disimpan dalam lemari atau rak. Portofolio juga mempunyai prinsip-prinsip, yaitu akurasi data, ketepatan data, kelengkapan informasi, keterbacaan dokumen, kepraktisan dokumen, perencanaan, penataan dokumen, pengadministrasian dokumen. Jika dilihat dari bentuknya portofolio dibagi menjadi dua bentuk yaitu, tinjauan proses (process oriented), dan tinjauan hasil (product oriented). Saran Didalam melakukan portofolio, pada tahap penentuan bahan yang akan dijadikan sebagai bahan portofolio, guru sebaiknya tidak menentukan secara sepihak dalam penentuan bahan-bahan tersebut, tetapi harus melibatkan peserta didik, melalui proses diskusi antara guru dengan peserta didik. Hal ini sangat penting karena, peserta didik mempunyai kesempatan untuk menyatakan kesulitan-kesulitan atau masalah yang mungkin mereka hadapi ketika mengumpulkan bahan-bahan tersebut. Namun manfaat yang paling penting adalah dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri peserta didik itu sendiri untuk menciptakan hasil seperti yang diharapkan. Selanjutnya, didalam pengumpulan evidence portofolio, ada baik jika guru memerintahkan kepada peserta didik, untuk mengumpulkan karya dari setiap peserta didik di rumah masing-masing, tujuan nya adalah untuk antisipasi, apabila suatu saat dibutuhkan ketika dokumentasi guru mengalami masalah, maka peserta didik mempunyai cadangannya. Selain itu tujuannya untuk sebagai pacuan bagi peserta didik itu sendiri supaya dapat menilai dirinya sendiri. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara, 2013. Asrori, Imam. Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab. Malang : Misykat, 2012. Fajar, Amie. Portofolio dalam pembelajaran IPS. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004. Kunandar. Penilaian Autentik (penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan kurikulum 2013). Jakarta : Raja wali Pers, 2013. Mulyadi, E. Evaluasi Pendidikan. Malang : UIN-Maliki Press, 2010. Rizema Putra, Sitiatava. Desain evaluasi belajar berbasis kinerja. Yogyakarta : Diva Press, 2013. Surapranata, Sumarna dan Muhammad Hatta. Penilaian Portofolio implementasi kurikulum 2004. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006. [1]Arnie Fajar, Portofolio dalam pembelajaran IPS, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 47. [2]Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2013), Cet.2, hlm. 254. [3] Mulyadi, Evaluasi Pendidikan, (Malang : UIN-Maliki Press, 2010), hlm. 101. [4]Imam Asrori,dkk, Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang : Misykat, 2012), hlm. 162. [5]Sumarna Surapranata, dan Muhammad Hatta, Penilaian Portofolio implementasi kurikulum 2004, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006), Cet.3, hlm. 30-38. [6]Sitiatava Rizema Putra, Desain evaluasi belajar berbasis kinerja, (Yogyakarta : Diva Press, 2013), cet.I, hlm. 69-70. [7]Kunandar, Penilaian Autentik (penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan kurikulum 2013), (Jakarta : Raja wali Pers, 2013),cet.2, hlm. 287. [8]Sumarna Surapranata, dan Muhammad Hatta, Op.Cit, hlm. 39. [9]Ibid., hlm. 41. [10]Ibid., hlm. 42-45. [11]Kunandar, Op.Cit, hlm. 289-290. [12]Sitiatava Rizema Putra, Op.Cit, hlm. 58-59. [13]Imam Asrori,dkk, Op.Cit, hlm. 163. [14]Sitiatava Rizema Putra, Loc.Cit, hlm. 59. [15] Sumarna Surapranata, dan Muhammad Hatta, Op.Cit, hlm. 62.

0 komentar:

Posting Komentar